Dajjal Tidak Bisa Masuk Mekah dan Madinah, Kenapa?

Gerbang kota Mekah. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan keistimewaan kepada kota Mekah dan Madinah dengan tidak akan dimasuki oleh Dajjal menjelang dekatnya hari Kiamat.

Diharamkan kepada Dajjal untuk memasuki Mekah dan Madinah ketika dia keluar di akhir zaman, adapun negeri-negeri lainnya, maka sesungguhnya Dajjal akan memasukinya satu persatu.

Driwatakan dari Fathimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Dajjal berkata; “Lalu aku bisa keluar. Aku akan berjalan di muka bumi, maka tidak akan aku tinggalkan satu kampung pun kecuali aku singgah kepadanya dalam waktu empat puluh malam, selain Mekah dan Thaibah (Madinah), keduanya diharamkan untukku, setiap kali aku hendak masuk ke salah satu darinya, maka Malaikat akan menghadangku dengan pedang yang terhunus yang menghalangiku untuk memasukinya, dan di setiap lorong darinya ada Malaikat yang menjaganya”. (HR. Muslim: XVIII/83)

Baca Juga:  Islam di Luksemburg Masih Minoritas, Butuh Perhatian!

Dan pada sebuah riwayat lainnya disebutkan bahwasanya Dajjal tidak akan memasuki empat masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Madinah, Masjid Ath Thur, dan Masjidil Aqsha.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah bercerita tentang Dajjal, “Sesungguhnya Dajjal akan berdiam di muka bumi selama empat puluh hari dalam waktu tersebut dia akan mencapai setiap sumber air dan tidak akan mencapai empat masjid; yaitu Masjidil Haram, Masjid Madinah, Masjid Ath Thuur, dan Masjid Aqsha”. (HR. Ahmad: VII/343)

Baca Juga:  Islam di Myanmar, Rohingya Paling Teraniaya di Dunia

Pengikut Dajjal yang paling banyak adalah orang-orang Yahudi, Ajam, bangsa Turk, dan manusia dari berbagai bangsa dan golongan, sebagian besar mereka adalah orang-orang Arab dusun juga para wanita.